Berjalan tak tentu arah seperti debu yang terhempas
kesana kemari
Ikuti laju angin yang datang menghampiri
Meski peluh keringat bercucuran
Aku tak pernah lelah untuk mencari uang demi sesuap
nasi
Inilah aku anak
yang menggelandang
Di tengah
keramaian jalanan kota
Panas dan hujan
menjadi teman setiaku
Dingin malam
menjadi penyelimut badanku
Ku syukuri dan kunikmati segala yang ada
Meski tak seindah seperti yang mereka miliki
Hidup ini indah bagi mereka yang memiliki segalanya
Tapi tidak bagiku
Dan inilah segores tinta perjalanan hidupku
Posting Komentar